Ha.. ha.. ha... ga ada abis²nya pakar telematika kita ini ngelawak. Setelah kasus pemblokiran blogspot.com, pada debat terbuka dia mendapat tantangan untuk membuka blog sendiri namuna ya.... gimana ya?
Untuk lebih jelasnya bisa disimak di sini.Seperti sudah diduga, dialog terbuka antara blogger yang juga praktisi IT Riyogarta dengan pakar telematika Roy Suryo yang berlangsung di Universitas Budi Luhur, Jakarta, Jumat (11/4) berlangsung seru.
'Perang terbuka' antara keduanya mendapatkan antusiasme dari ratusan orang yang turut hadir di tempat tersebut. Terutama, saat keduanya terlibat debat mengenai pilihan bermedia.
Debat tersebut berawal dari tantangan Riyo kepada Roy untuk membuat sebuah blog. Ia pun menyerahkan sebuah amplop putih. "Pakar itu katanya harus banyak menulis. Bagaimana kalo kita tantang Mas Roy untuk ngeblog? Isinya user dan password untuk blog yang beralamat di roy.suryo.info. Kalau mau dipakai silakan, kalau tidak saya juga tidak tersinggung," katanya seraya menyerahkan amplop tersebut kepada Roy.
"Saya appreciate dengan tawaran ini, tapi setiap orang punya pilihan bermedia," jawab Roy.
Selanjutnya, inilah jawab menjawab antara Roy (R) dan Riyogarta (Ri).
Ri : Kalau Mas Suryo banyak mengkritik blog selama ini, tapi bisa nggak membuat blog yang positif seperti yang dikatakan selama ini. Orang mengajak itukan harus bisa mencontohkan. Yang namanya jagoan, nggak ada alasan.
Roy : Ini bukan alasan, tapi setiap orang punya pilihan berkomunikasi. Misalnya, Anda mau lewat Ciledug Raya mau naik motor atau naik mobil ini kan pilihan. Jadi ngeblog itu pilihan(Sebelumnya Roy Suryo sempat mengatakan beberapa pernyataannya dipersepsikan lain (dipelintir) oleh media. Ia juga sempat mengatakan tak mudah berpikir dalam sekian detik untuk menjawab pertanyaan wartawan)
Ri : Tadi Mas bilang, tidak mudah berpikir beberapa detik ketika ditanya wartawan. Seorang pakar, seharusnya bisa menjawab dengan benar dalam sekian detik. Alangkah anehnya, orang yang dikatakan "pakar" IT, multimedia atau apapun namanya, harus mengeluh susah berpikir untuk menjawab pertanyaan. Kalau memang apa yang dikutip wartawan ada yang salah, blog kan bisa dijadikan media untuk memberikan klarifikasi, kalau Mas tidak mau bolak-balik melakukan klarifikasi setiap ada yang salah mengutip pernyataan Mas
Roy : Sekali lagi, itu pilihan setiap orang untuk berkomunikasi. Saya menghormati teman-teman yang punya media berkomunikasi dengan blog. Ada orang yang tidak menggunakan email, ada yang tidak mau menggunakan handphone. Semuanya kita hormati.
Ri : Saya setuju itu. Tapi tidak selamanya orang mengerti apa yang Mas Suryo sampaikan. Jika itu dijelaskan melakui blog, mungkin orang tidak akan menyepelekan Anda.
R : Ya, saya akan ajak teman-teman blogger untuk berbuat positif dan mencerdaskan masyarakat.
Ri : Kan perlu contoh ya, bagaimana ngeblog yang positif itu? (disambut tepuk tangan peserta dialog). Saya hanya ingin mengatakan bahwa positif dan negatif itu generalisasi. Mungkin kalau ingin menyebut seperti itu, gunakan saja oknum, agar tidak menimbulkan citra bahwa blogger itu negatif.
Dalam dialog tersebut hadir pula beberapa komunitas blogger di antaranya Petisi Online yang mendengungkan 'Tolak Roy Suryo' yang meminta penjelasan Roy mengenai sebutan blogger dan hacker positif dan negatif.
Sayangnya, Roy tak memberikan klarifikasi konkrit mengenai hal itu, dan mengatakan semuanya berawal dari pemahaman lain wartawan yang mewawancarainya dan memuatnya di media
Hebat bener tuh si kumis, gak bosen²nya berkelit kayak belut tsk.. tsk...
Referensi diambil dari
Kompas~yn~
Baca selengkapnya...